Terasa biasa

Ada dan tiada drimu sat ini udh mjadi hal iank byasa bwt Ku. . . Kmu mghilang kmudian muncul kmbali seolah tak tjadi apa apa antara qta. . . Kmu mengerti ini bkan mslah byasa tpi ini msalah hati iank trbiasa. . . Kmu boleh tak ragukan aku, pye aku tak bsa tak rgukan kmu. . . Krna tuk sjenak sja kmu bsa khianat pda ku.. Aku memavpkan mu, tp aku tak bsa tuk lampiaskn prasaan ku, bgaimanapun aku tetp s’rang wanita iank ingin d cinta seutuhny. . N kini terasa sangat biasa walau aku tetap pikirkan mu. .

Biografin Kahlil Gibran

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh “Broken Wings” terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya “Sang Nabi”, hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth”.

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”

http://chahndeso.wordpress.com/2008/01/21/biografi-kahlil-gibran-1883-1931/

KENAPA TRANSPLANTASI HATI SULIT DITERAPKAN DI INDONESIA?

Vera Farah Bararah – detikHealth – Kamis, 24/06/2010 15:55 WIB
Jakarta, Pengobatan untuk penyakit hepatitis memang tidak banyak pilihan, salah satunya adalah dengan melakukan transplantasi hati. Tapi sayangnya transplantasi ini masih belum bisa dilakukan di Indonesia. Kenapa sulit? Dibandingkan negara lain yang terus berusaha untuk bisa menerapkan operasi transplantasi hati, Indonesia sepertinya masih ketinggalan jauh. Padahal jumlah penderita hepatitis di Indonesia tak kalah banyak. Ada sekitar 20 juta penderita hepatitis B dan C yang sebagian besar diantaranya malah sudah kronis dan perlu transplantasi hati. Pasien hepatitis yang belum kronis biasanya melakukan pengobatan interferon. Namun pengobatan ini berlangsung selama beberapa bulan dan membutuhkan biaya yang besar.

Kenapa susah mengembangkan transplantasi di Indonesia?
Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, Dr.PH mengatakan untuk melakukan transplantasi hati diperlukan keterampilan tim medis yang dihasilkan dari proses pelatihan yang cukup lama.Selain itu juga perlu kerja sama pelbagai disiplin ilmu spesialisasi kedokteran seperti penyakit dalam hepatologis, ahli bedah digestif, ahli patologi, ahli radiologi serta kelengkapan sarana diagnostik dan peralatan yang mendukung.

“Saat ini kendala dari transplantasi hati di Indonesia adalah masalah di sumber daya manusia (SDM) dan juga masalah teknologi,” ujar Menkes di acara The 3rd China-Indonesia Joint Symposium on Hepatobiliary Medicine and Surgery di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (24/6/2010). Menurut Menkes untuk menunjang keterampilan dari para dokter dalam hal melakukan transplantasi hati diperlukan kerja sama dengan pihak lain termasuk Negara China. Hal ini dikarenakan China memiliki pusat studi penyakit hepatobiliary dan telah mengembangkan pusat transplantasi hati yang telah diakui dunia kedokteran internasional.

Salah satu hasil kerjasama ini adalah saat melakukan transplantasi hati pada Ramdan, yaitu bocah yang menderita atresia bilier. Operasi ini dilakukan di RSU dr Soetomo Surabaya. Pelaksanaan transplantasi hati ini dilakukan oleh tim dokter yang memang pernah menjalani training keterampilan transplantasi hati di Tiongkok.
Indonesia sendiri telah menjalin kerjasama dengan China dibidang ilmiah selama 60 tahun, salah satu kolaborasinya adalah di bidang penyakit hati. Diharapkan bisa menghasilkan kerjasama dibidang transplantasi hati di masa mendatang, hal ini mengingat jumlah penderita kanker hati di Indonesia semakin meningkat.

Menkes menuturkan sebagai negara yang berada di wilayah Asia Pasifik, Indonesia dan China memiliki beban yang sama sebagai daerah endemis hepatitis B. Karena itu diharapkan kedua negara ini bisa terus mengembangkan kerja sama yang erat di bidang riset baik dalam hal ilmu dasar maupun terapannya. (ver/ir)

Bahasa Cinta ~ Kahlil Gibran ~

Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya
Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya
Walaupun suaranya akan memporak porandakan mimpi-mimpimu laksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman  

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menyuburkan dan mematikanmu
Membumbungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi

Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan dirimu dengan dirinya
Meloloskanmu sampai engkau bugil bulat
Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu
Melumatmu untuk memutihkanmu
Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat

Lantas,
Cinta akan membopongmu ke kobaran api cusinya
Saampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan
Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertian itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan
Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan
Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu
Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan altar pemujaan cinta
Memasuki alam yang tak mengenal musim
Yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang bukan tangisan

Cinta takkan pernah menganugerahkan apa pun kecuali wujudnya sendiri
Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta

Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau tuturkan, “Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku”.
Namun ucapkanlah, “Aku tengah bersemayam di lubuk hati Tuhan”.
Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu menciptakan jalanmu sendiri
Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan terkuak

Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri
Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti ini:

Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam
Memahami nyerinya rasa kelembutan
Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta
Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan bahagia
Bahagia dikala fajar dengan hati mengepakkan sayap-sayap
Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta
Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari
Dan kembali dikala senja dengan puja yang menyesaki rongga hati

Lantas,
Engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa
Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu
Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu…

 

Misteri lukisan Leonardo da Vinci

Selama setengah milenium, sudah ada beberapa penulis yang berusaha keras memahami misteri dari seorang Leonardo Da Vinci. Apakah sosok yang membuat lukisan Mona Lisa itu adalah seorang seniman? Atau apakah dia seorang penemu yang aneh atau seorang ilmuwan? Apakah dia seorang yang memiliki pandangan ke depan yang layak disebut sebagai seorang visionaris atau dia hanyalah seseorang yang memiliki masa kecil yang traumatik.

Leonardo da VinciPara ahli intelektual mulai dari Johann Wolfgang von Goethe hingga Sigmund Freud telah berusaha memahami karakter dari orang yang sangat penting yang pernah hidup pada masa Renaissance. Baru-baru ini, sebuah buku yang berjudul The Da Vinci Code yang ditulis oleh Dan Brown, menceritakan sisi lain dari Da Vinci. Dalam buku itu dikatakan bahwa Da Vinci memberikan petunjuk-petunjuk mengenai konspirasi yang terjadi di dalam Gereja Roma Katolik ke dalam lukisan “Perjamuan Terakhir”.

Buku The Da Vinci Code karangan Dan Brown hanyalah sebuah buku fiksi. Tetapi penelitian terbaru menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat menjelaskan apa sebenarnya yang membuat Da Vinci menjadi sangat terkenal. Sejak tahun 1880-an, sebanyak 6.000 naskah milik Da Vinci telah dipublikasikan dan diterjemahkan, sehingga membuat dunia tahu mengenai kejeniusan seorang Leonardo Da Vinci.

Semuanya itu menjadi dasar bagi dimulainya pertunjukan baru di Victoria and Albert Museum yang berada di London. Pertunjukan yang diberi nama “Leonardo Da Vinci: Experience, Experiment, and Design” resmi dibuka pada tanggal 14 September 2006. Pertunjukan ini menampilkan naskah-naskah dan lukisan-lukisan karya Da Vinci yang jarang diperlihatkan di depan umum, dan juga rancangan-rancangan buatan Da Vinci yang sudah diperbesar ukurannya dan ditampilkan dengan bantuan animasi komputer. Pertunjukan ini telah memunculkan kembali proses berpikir Da Vinci.
“Seperti Shakespeare atau Newton, seperti tokoh-tokoh hebat lainnya yang pernah hidup, Da Vinci terus-menerus membuat kejutan,” ujar Martin Kemp, seorang kurator dalam pertunjukan itu. “Anda melihat lukisan-lukisan aslinya dan semuanya mengagumkan.”

Pertunjukan karya Da Vinci ini terbagi ke dalam empat bagian. Pertunjukan ini dimulai dengan “The Mind Eye”, sebuah eksplorasi terhadap pekerjaan Da Vinci yang isinya mengenai hubungan antara mata dan pikiran, dan penelitiannya yang sangat detil mengenai hubungan proporsional antara bagian-bagian wajah, batang tubuh, dan lengan.

Da Vinci tidak pernah mendapatkan pendidikan yang cukup dalam bidang filsafat klasik dan natural yang justru dinikmati oleh beberapa orang yang hidup di zaman yang sama dengannya. Da Vinci selalu menekankan bahwa dia adalah “orang yang belajar dari pengalaman,” seseorang yang “tanpa buku pelajaran”. Dan justru karena kurangnya pendidikan yang ia terima, membuat keinginannya menjadi sangat kuat untuk memahami hukum-hukum alam melalui observasi langsung.

Penelitian Leonardo tentang Embrio.Da Vinci juga sering melakukan introspeksi. Hal ini terlihat dari bagian kedua dari pertunjukan ini “The Lesser and Greater Worlds”, yang memperlihatkan eksplorasi Da Vinci terhadap gagasan kuno mengenai mikrokosmos dan makrokosmos, yaitu suatu filosofi bahwa tubuh manusia mengandung model miniatur dunia dan alam semesta. Bersama-sama dengan observasinya terhadap alam, filosofi itu membuat Da Vinci menghasilkan loncatan intelektual yang menarik perhatian hingga sekarang ini. Misalnya, Da Vinci menerapkan penelitiannya mengenai sungai dan aliran air ke dalam penelitiannya mengenai bagaimana aliran darah mengalir melalui jantung. Dia menyimpulkan bahwa darah akan mengalir melalui katup dan menghasilkan pusaran, yang kemudian menyebabkan katup itu menjadi tertutup. Pada pertunjukan ini diperlihatkan perbandingan antara proses yang digambar oleh Da Vinci dengan proses yang dibuat melalui teknologi modern, dimana hasilnya membuktikan bahwa teori yang dibuat oleh Da Vinci adalah benar.

Gagasan-gagasan Da Vinci yang pragmatik menyatakan kepeduliannya terhadap manusia yang pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk menghasilkan sesuatu. Da Vinci percaya bahwa dengan mempelajari hukum-hukum alam secara detil dan memahaminya, maka apa yang dipahami itu dapat diciptakan ulang untuk kebaikan umat manusia. Melalui pertunjukan karya-karya Da Vinci di Victoria and Albert Museum dapat terlihat kalau inilah yang menjadi “benang merah” dari karya-karyanya, mulai dari karyanya seperti rancangan mesin pesawat terbang dan lukisannya yang sangat terkenal, Mona Lisa.

Untuk mengetahui bagaimana caranya manusia dapat terbang, Da Vinci membuat burung buatan. Dia juga membuat sketsa dan mempelajari segala hal mengenai burung untuk mencari tahu bagaimana cara burung menggerakkan sayap dan ekornya. Semuanya itu diperlihatkan dalam ukuran besar dalam pertunjukan ini. Bagian ketiga dan keempat dari pertunjukan ini memfokuskan pada rancangan Da Vinci yang memperlihatkan gagasan-gagasannya yang lebih praktik seperti jam air dan air mancur, dan gambar-gambar arsitektur.

“Seorang pelukis yang hebat harus dapat melukis dua hal mendasar, yaitu manusia dan apa yang dipikirkannya,” tulis Da Vinci dalam salah satu tulisannya yang berjudul “Treatise on Painting.” “Yang pertama itu mudah dan yang kedua itu sulit”.

Pertunjukan karya-karya Da Vinci di Victoria and Albert Museum yang berada di London ini hanya menampilkan sebagian dari kejeniusan seorang Leonardo Da Vinci. Karya-karya Da Vinci yang melingkupi berbagai macam aspek mulai dari matematika, botani, hingga seni membuat Leonardo Da Vinci tak akan pernah habis menjadi pusat perhatian manusia sepanjang zaman. DAP,MLP (Berita Indonesia 25)


Rahasia Mona LisaRahasia Mona Lisa
Bukan hanya senyumannya saja yang menarik perhatian, tetapi juga mata, dan bahkan suaranya. Itulah Mona Lisa, lukisan karya Leonardo da Vinci yang menyimpan misteri, atau mungkin juga semacam kode rahasia?

 

SENYUMAN MONA LISA
Suatu program buatan Belanda yang dapat mengenali emosi menyatakan bahwa senyuman Mona Lisa terdiri 83% emosi bahagia, 9% emosi jijik, 6% emosi takut, dan 2% emosi marah.

TATAPAN MATANYA
Seorang peneliti yang berasal dari Italia mengatakan bahwa Leonardo menggunakan teknik mengaburkan yang disebut sfumato, dimana Leonardo menggunakan titik-titik mikroskopik untuk menciptakan bayangan abu-abu pada sekitar mata dan mulut Mona Lisa sehingga membuat tatapan Mona Lisa menjadi sangat misterius.

MONA MIA
Seorang lulusan Harvard yang ahli dalam memecahkan simbol berhasil mengartikan sebuah anagram yang tersebar secara acak dan ditulis dengan tinta yang tidak terlihat di sekitar wajah Mona Lisa. Penemuannya menunjukkan akan adanya semacam perkumpulan rahasia yang bertujuan melindungi … ehm, tunggu dulu, bukankah ini yang kita lihat dalam sebuah film

SUARANYA
Ahli forensik yang berasal dari Jepang mengatakan bahwa dengan menganalisa struktur tengkorak dari Mona Lisa maka dapat diketahui seperti apa suara Mona Lisa, yang hasilnya menunjukkan kalau Mona Lisa memiliki suara yang cukup rendah bagi seorang wanita.

http://www.beritaindonesia.co.id/iptek/menguak-misteri-leonardo-da-vinci

Tokoh bersejarah yang sulit di bunuh

Gabriel Garcia Moreno

Gabriel Garcia Moreno adalah presiden Ekuador di abad ke 19. Dia adalah seorang Katolik yang taat dan menemukan Partai Konservatif Ekuador.

Moreno menyatakan bahwa agama resmi negara adalah Katolik, dan mengharuskan siapapun yang ingin mencari jabatan politik harus seorang Katolik. Hukum ini ditentang oleh banyak orang, yang akhirnya berujung pada percobaan pembunuhan dirinya.

Bagaimana Ia Akhirnya Meninggal
Suat hari, Moreno sedang berjalan keluar dari gerejanya di Quito. Dia tiba-tiba diserang oleh sekelompok penyerang dengan kapak, ke arah lehernya, tengkorak dan otaknya, lalu memutuskan lengan kirinya dan tangan kanannya.

Moreno tetap berdiri kembali. Para penyerangnya menembaknya enam kali di dada. Dia lalu diserang lagi dengan pedang tak kurang lebih dari 14 kali. Bahkan setelah itu, Moreno masih sempat menuliskan “Tuhan takkan mati” di tanah dengan darahnya sendiri.

Setelah penyerangnya pergi, para pendeta gereja membawanya masuk ke dalam gereja, dimana ia akhirnya hidup untuk 15 menit lagi dan mati.

http://rizwardtsilver.blogspot.com/2010/01/inilah-7-orang-bersejarah-yang-amat.html

Segitiga Bermuda dan Misteri

Para ilmuwan sering merasa kesulitan meneliti banyaknya fenomena misterius yang terjadi di dunia ini. Satu dari sekian banyak fenomena aneh yang sangat membingungkan, dan masih menjadi kajian adalah Segitiga Bermuda. Bagaimana hakikat sebenarnya? Apakah fenomena yang terjadi dapat dijelaskan secara rasional?

Sekilas tentang Bermuda.

Kata “Bermuda” berarti bulan ke tujuh dalam tahun Qibthi. Tetapi seorang ilmuwan Amerika yang berasal dari Puerto Rico mengemukakan bahwa makna “Bermuda” dalam bahasa-bahasa kuno yang tersebar di wilayah Bermuda tersebut mengandung arti Pantai Cahaya. Hal itu disebabkan iblis menempati wilayah itu dan menyatakan bahwa ia adalah Dewa Cahaya dan Dewa Pencerahan.
Luas Pulau Bermuda sekitar 53 kilometer persegi dengan jumlah penduduknya mencapai 70.000 jiwa. Ibu kotanya adalah sebuah kota yang disebut Hamilton. Keseluruhan kawasan Bermuda merupakan gugusan pulau yang berjumlah 347 pulau karang (coral reef islands) dengan beberapa teluk kecil.
Seluruh kepulauan tersebut terletak di Samudera Atlantik. Berjarak sekitar 930 km dari Amerika Serikat. Yang sangat aneh adalah dari seluruh pulau yang berjumlah 347 ini, hanya 20 pulau saja yang berpenduduk. Penduduk di situ menganggapnya sebagai jajahan para arwah jin dan anak-anak setan yang menjadi Tuhan.
Bersamaan dengan masuknya penjajahan Inggris pada tahun 1684 M, masuklah agama Kristen, meskipun pada awalnya tidak diterima namun kemudian para dukun menganggapnya sebagai cabang dari agama mereka atau syariat baru yang cocok dengan perkembangan zaman. Sejak tahun 1968, pulau itu berubah menjadi beberapa negara otonom yang terpisah dari pemerintahan Inggris.

Fenomena yang mengerikan.

Segitiga Bermuda adalah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh seorang penulis berkebangsaan Amerika, Vincent Judith. Ia mengatakan “Sesungguhnya disana terdapat suatu daerah berbentuk segitiga yang meliputi daerah Pantai Timur Florida – Puerto Rico dan kepulauan Bermuda.
Jika diambil garis lurus dari ketiganya nampaklah sebuah segitiga yang saling berhubungan yang disebut Segitiga Bermuda. Segitiga Bermuda muncul sebagai misteri yang sulit diungkapkan hingga kini. Karena itu banyak orang menyebutnya dengan sebutan Segitiga Setan, Segitiga Kematian, dan Kuburan Atlantik.
Peristiwa-peristiwa misterius tetap berlanjut dengan banyaknya kapal-kapal dan pesawat yang hilang saat memasuki daerah Segitiga Bermuda. Anehnya, hilangnya kapal-kapal dan pesawat ini tidak pernah meninggalkan bekas dan tanda-tanda yang dapat diselidiki.

Peristiwa hilangnya kapal-kapal dan pesawat pun tetap berlanjut, sebagian diantaranya sebagai berikut:

  • Tahun 1947, pesawat C-45 hilang dalam jarak 150 km dari Segitiga Bermuda.
  • Tahun 1948, pesawat Theodore-4 yang memiliki empat mesin pendorong hilang beserta 31 orang penumpangnya.
  • Tahun yang sama pesawat DC-3 hilang beserta penumpangnya yang berjumlah 32 orang tanpa meninggalkan bekas.
  • Tahun 1949, pesawat Theodore 4 kedua juga hilang tanpa bekas.
  • Tahun 1950, pesawat besar Amerika “Globe Master” milik AU Amerika hilang tanpa bekas.
  • Tahun yang sama kapal barang Amerika-55 Sandra, yang memiliki panjang lebih dari seratus meter hilang tanpa meninggalkan bekas.
  • Tahun 1952, pesawat pengangkut milik Inggris “York” hilang bersama 33 penumpangnya tanpa bekas.
  • Tahun 1954, pesawat amphibi Amerika tipe Lockheed hilang bersama seluruh penumpangnya tanpa meninggalkan bekas.
  • Tahun 1956, pesawat ampibi Amerika tipe Marteen P5M hilang bersama seluruh awaknya tanpa bekas.
  • Tahun 1962, pesawat pengisi bahan bakar jenis KB-50 milik AU Amerika hilang tanpa jejak.
  • Tahun 1963, kapal pengangkut milik Amerika Marine Silver Queen yang panjangnya mencapai 130 meter hilang bersama semua penumpangnya tanpa meninggalkan jejak.
  • Tahun yang sama dua pesawat latih dan perbekalan milik AU Amerika jenis Stratoo hilang tanpa bekas.
  • Tahun 1968, pesawat militer jenis YC-122 yang dimodifikasi menjadi pesawat pengangkut hilang tanpa bekas.
  • Tahun 1970, pesawat angkut milik Prancis “Milton Patreds” hilang beserta semua orang dan barang yang ada.
  • Tahun 1973, pesawat angkut milik Jerman “Anita” yang berbobot mati 20.000 ton hilang bersama 32 penumpangnya tanpa bekas.
  • Tahun 1974, pesawat perang hilang pada jarak 900 mil dari barat daya pulau Azores, Amerika.
Peristiwa-peristiwa hilangnya kapal-kapal dan pesawat terus berlanjut setiap saat, walaupun pada masa-masa sekarang semakin berkurang disebabkan tidak ada lagi yang melintasi dan mendekati daerah Segitiga Bermuda tersebut sebagai sikap hati-hati dalam lintas penerbangan dan pelayaran.
Secera geografis, Segitiga Bermuda merupakan bagian barat Samudera Atlantik, diduga bentuknya seperti Segitiga yang terletak dekat pantai Tenggara Amerika. Daerah yang membentang dari Bermuda di Utara sampai Selatan Florida. Arah Timurnya dekat Bahama melewati Puerto Rico hingga lintang barat 40o, kemudian kembali ke Bermuda.
Tidak heran bila Segitiga Bermuda mendapat banyak julukan yang sangat menakutkan. Hampir seluruh kapal dan pesawat yang raib tidak dapat memberikan sinyal atau hubungan dimana kekuatan gaib yang meliputinya membuat seluruh peralatan dan alat penghubung bergerak tidak beraturan dan mati seketika.

Orang-orang jenius dan pemecahannya.

Banyak ilmuwan dan para pemikir mengadakan penelitian dalam upaya mencari penyelesaian dan mengetahui alasan-alasan logis ihwal apa yang terjadi. Muncullah puluhan buku-buku yang menegaskan banyaknya kapal dan pesawat yang hilang di daerah Segitiga Bermuda yang menakutkan itu.
Diantaranya yang paling terkenal adalah buku EL TRIANGULO DE LES BERMUDA karangan Charles Berlitz Johanes Potlar, seorang penulis dan peneliti yang memiliki empat buku dan semuanya merupakan usaha pemecahan misteri itu. Buku-bukunya antara lain: lebih cepat dari lift, perjalanan tanpa akhir, mimpi kemanusiaan, dan loncatan masa.
Tetapi seorang peneliti dari Amerika, Evan Sunderson menyimpulkan bahwa kasus-kasus kehilangan di Segitiga Bermuda disebabkan adanya pusaran air atau dalam istilah lain “titik-titik rawan”, karena daerah Segitiga Bermuda merupakan pertemuan antara arus panas dan arus dingin.
Berbagai aliran air yang berlawanan itu mengarah ke arah atas dan bawah. Sunderson juga yakin bahwa gerakan kuat aliran-aliran itu berlawanan dan terpengaruh oleh perbedaan derajat panas yang mengakibatkan terjadinya pusaran magnetik yang merupakan penyebab seluruh tragedi ini.
Namun teori Sunderson ditolak karena tidak dillandasi argumen sehingga tidak ada yang menegaskan aliran-aliran air yang berlawanan dilautan berpengaruh terhadap magnet bumi. Selain itu teori Sunderson tidak menafsirkan bagaimana peranan tempat-tempat serupa yang disebut “kuburan setan” pada daratan.
Tempat-tempat itu ada di Kutub Utara, Kutub Selatan, di sebelah Utara padang pasir luas dan di daerah Barat Laut India. Kemudian, teori ini pun gagal dalam menafsirkan ihwal mengapa ditemukan banyak kapal dan bangkai pesawat tanpa ada bangkai manusia.

Pandangan Supranatural

Ada teori yang menjelaskan dan menafsirkan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda. Teori itu menyatakan bahwa sebab semua itu adalah karena adanya roh-roh yang disiksa di alam sana, khususnya arwah orang-orang negro yang teraniaya. Lalu dijelaskan bahwa terdapat jutaan roh bergentayangan di daerah itu, yaitu pada permulaan masa perbudakan di Amerika ketika mereka diangkut dengan kapal dari Afrika menuju Amerika.
Pencetus teori ini adalah seorang psikolog Inggris Kennets Machol. Ia yakin arwah-arwah tidak suka menyakiti atau menakut-nakuti manusia, tetapi mereka berusaha menampakkan dirinya untuk memberi tahu manusia bahwa mereka adalah arwah yang belum mati secara wajar. Machol juga yakin dengan memberikan doa khusus yang dapat menenangkan arwah penasaran tersebut.
Sama seperti teori Machol, seorang pendeta yang telah pensiun bernama Oumand berpendapat bahwa fenomena segitiga bermuda adalah fenomena gaib yang disebabkan banyaknya roh-roh penasaran yang dulunya mati secara tidak wajar.
Terlepas dari itu semua, kita yakin bahwa fenomena misterius yang terjadi di dunia ini tentunya tidak luput dari bagaimana kita menyikapinya dan dari sudut mana kita memandangnya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa seluruh kehidupan ini adalah milik Sang Pencipta. Hal-hal gaib memang sulit untuk dimengerti, tetapi bagi Tuhan, hal itu merupakan bagian dari skenario penciptaan-Nya.

Related Posts with Thumbnails

Read more: http://ariesclub17.blogspot.com/2009/12/segitiga-bermuda-antara-mitos-dan.html#ixzz11gMgChwx